|
Membangun Harapan bersama Orang Muda |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wawancara dilakukan dengan Romo Yohanes Dwi Harsanto Pr, sekretaris eksekutif Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Tanya (T): Orang muda kita hidup di masa transisi dan pencarian diri serta saat ini ada di tengah masyarakat Indonesia pada zaman yang tidak mudah. Menurut Romo, gambaran ideal apakah yang Romo cita-citakan mengenai Orang Muda Katolik (OMK) Indonesia?
Jawab (J): Gambaran saya mengenai Orang Muda Katolik Indonesia sederhana saja. Menjadi OMK yang integral. Ya, sesuai dengan sebutannya, ia harus memenuhi tiga unsur yaitu “Muda”, “Katolik”, dan “Indonesia”. Ketiga unsur itu harus integral, utuh, ada dalam diri OMK.
T: Apa artinya “Muda”, “Katolik”, dan “Indonesia” itu?
J: Kita bahas satu per satu, ya. ”Muda atau kepemudaan” atau ”young” atau ”youth” berarti secara biologis mereka memang muda. Rentang usia orang muda menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga ialah 13 – 35 tahun dalam keadaan lajang atau tidak menikah.
[Kini UU Kepemudaan 2009 membatasi usia 16-30 tahun. Kami sendiri merasa bahwa pakai rentang yg lebih panjang, 13-35, juga baik karena alasan pastoral yg berkesinambungan]. Faktanya, para penggiat OMK ya seusia itu bahkan ada yang lebih tua lagi. Namun secara pastoral-faktual, siapapun sejauh tetap bersemangat dalam pendampingan orang muda menurut saya tetaplah ”Muda” dan berhak aktif dalam kegiatan pembinaan orang muda. Sebaliknya, orang yang sebenarnya usianya masih tergolong muda, namun bila semangatnya ogah-ogahan dan tidak punya daya juang atau tak punya ”struggle for life”, ya, bagi saya tidak bisa disebut muda. Sebut saja mereka terlanjur jompo di masa muda hahaha... ”Muda” memang juga berarti daya juang yang tinggi demi hidup yang lebih bermakna bagi diri sendiri dan sesama. ”Muda” berarti mau belajar terus menerus, mau berrefleksi terus menerus. Muda itu seperti watak Tuhan, khususnya Tuhan Yesus. Yesus tak pernah tua karena berjuang, wafat dan bangkit pada usia muda.
”Katolik” berarti
|
|
|
Written by ANDRE YURIS
|
|
” Mereka yang cakap atau berbakat hendaknya menyiapkan diri untuk mecapai keahlian politik yang sukar sekaligus amat luhur, dan berusaha mengamalkanya, tanpa memperhitungkan kepentingan pribadi atau keuntungan materil” (GS art, 75). Enggan untuk bicara dan terlibat urusan politk yang konon lekat dengan orang muda katolik. Bagitu kata orang-orang. Tapi mungkin terlalu tergesa-gesa memberikan cap ”enggan” sehingga lupa melihat sebab keengganan. Enggan bicara bagi saya bukan karena tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu, mungkin hanya tidak punya teman bicara, tidak memiliki kesempatan untuk curah gasasan tentang politik dan mungkin lingkungan kita yang belum siap. Itu kemungkinan pertama. Kemungkinan lain adalah kita terlanjur alergi pada politik. Sikap dan prilaku politisi, carut marut praktik politik yang kita saksikan melalui media massa membuat kita tambah enggan dan alergi. Keteladanan yang diharapkan dari aparat penyelenggara negara tidak kunjung muncul yang muncul malah kecurangan, manipulasi, saling menjegal dan menjatuhkan. Siapapun pasti jijik, tidak hanya kita orang muda katolik.
|
|
Bangsa-bangsa akan Berjalan di dalam Cahayanya |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
 PESAN PAUS BENEDIKTUS XVI HARI MINGGU MISI SEDUNIA Ke-83 18 Oktober 2009 “Bangsa-bangsa akan Berjalan di dalam Cahayanya " (Why 21: 24) Saudara-Saudari Terkasih, Pada hari Minggu ini, yang secara khusus dipersembahkan untuk karya misi, saya mengajak pertama-tama, saudara-saudaraku sekalian dalam pelayanan selaku uskup dan pastor, saudara dan saudari sekalian, umat Allah, untuk membangkitkan dalam diri kita kesadaran akan amanat misioner Kristus untuk “menjadikan semua bangsa murid-Nya” (Mat 28:19), dengan mengikuti jejak kaki Santo Paulus, Rasul Bangsa-bangsa agar “semua bangsa berjalan dalam cahaya-Nya” (Why 21:24). Tujuan misi Gereja adalah menerangi semua umat manusia yang sedang mengarungi sejarah kehidupan menuju Allah di bawah panduan cahaya Injil sehingga di dalam Dia mereka menjadi penuh dan lengkap. Kita harus memelihara kerinduan dan hasrat untuk menerangi segala bangsa dengan terang Kristus, yang bercahaya melalui wajah Gereja, sehingga semua orang dikumpulkan dalam satu keluarga umat, di bawah kasih kebapaan Allah. Dalam perspektif itulah, para murid Kristus menyebar dalam seluruh karya dunia, berusaha untuk mengatasi beban penderitaan, mempersembahkan hidup mereka. Marilah kita sekali lagi mewartakan dengan berani apa yang sering ditegaskan oleh para Paus Pendahuluku: Gereja berkarya bukan untuk memperluas kekuasaan atau menegaskan penguasaannya, tetapi untuk membawa, kepada semua orang, Kristus, Penyelamat dunia. Kita tidak meminta sesuatu pun kecuali membaktikan diri kita dalam pelayanan kepada umat manusia, khususnya mereka yang menderita dan terpinggirkan, karena kita yakin bahwa “usaha untuk mewartakan Injil kepada umat manusia dewasa ini … adalah pelayanan yang diberikan kepada jemaat Kristiani dan juga kepada semua umat manusia” (Evangelii Nuntiandi,1), yang "telah mencapai prestasi-prestasi yang mengagumkan tetapi yang tampaknya telah kehilangan kepekaannya akan realitas-realitas yang terakhir dan terhadap kehidupan itu sendiri" (Redemptoris Missio, 2). |
|
Kampanye Damai Pemilu 2009 |
|
|
|
|
Written by Marselinus Vatisan Siga
|
Pemilu legislatif tahun 2009 sebentar lagi segera digelar, dan suasana sudah mulai memanas, sebab, masing-masing caleg sudah melakukan aktivitas, walaupun masih belum terang-terangan, dan tidak sedikit yang sudah melakukan manuver dengan bagi-bagi angpao, bantuan kegiatan, untuk mencari simpati ke calon pemilih.
Masyarakat saat sekarang juga masih bingung karena belum adanya sosialisasi oleh KPU dan KPUD tentang tata cara pemilihan, namun media elektronika atau televisi sudah melakukan sosialisasi pemilu dengan istilah mencontreng, waah luar biasa lembar kartu seperti koran. Untuk mencetak pasti Pemerintah mengeluarkan anggaran yang cukup besar, memang, demokrasi memerlukan anggaran besar dari Pemerintah dan pengorbanan bagi caleg, maaf pinjam kata yang ada di logo Jatim “ Jer Basuki Mawa Bea” artinya untuk mencapai “suatu kebahagiaan harus mengeluarkan biaya”.
|
|
TEMODS REGIO JAWA PLUS 2009 |
|
|
|
|
Written by Lilik
|
|
TEMODS REGIO JAWA PLUS 2009 Temu Moderatores Kaum Muda Regio Jawa Plus 2009 Purwokerto, 2-6 Februari 2009  Wahai kamu orang muda Mari bergerak bersama Demi satu cita-cita Sejahtera bagi semua Kaum muda masa kini Mari kita buka hati Jadi sesama sehati Berjuang demi nurani Reff : Ayo kabeh sedulur pada melu enyong peduli politik ndadekna apik Kaum mudane aja wedi dikritik Sing penting asyik akeh sing mlirik |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 5 of 13 |