|
|
|
Elan yang Terpojok, Lesu dan Bisu |
|
|
|
|
Written by Yudhit Ciphardian
|
|
Se-Abad Kebangkitan Nasional dan Satu Dasawarsa Reformasi Elan yang Terpojok, Lesu dan Bisu
Salah satu persamaan dari gerakan anak-anak muda saat Kebangkitan Nasional seratus tahun lalu dan reformasi sepuluh tahun lalu adalah keduanya sad ending. Berakhir dengan sedih. Sekumpulan mahasiswa Indonesia yang sedang studi kedokteran di Belanda dan merintis gerakan menyatukan Indonesia waktu itu hanya bertahan beberapa tahun. Beberapa tokohnya seperti Dr Soetomo, Dr Wahidin Soedirohoesodo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Suradji yang kala itu masih berusia muda sempat berdebat panjang soal siapa yang akan memimpin gerakan ini; generasi tuakah atau cukup mereka yang muda? Kesepakatannya, kaum tua memimpin, kaum muda yang menggerakkan. Resikonya, organisasi ini berkali-kali berganti pemimpin dari kalangan priyayi atau bangsawan Jawa dan mengalami kemunduran karena para priyayi tua takut dan acuh pada cita-cita kemajuan.
|
|
PERUBAHAN SEBAGAI TANTANGAN JAMAN |
|
|
|
|
Written by Vinsen Santoso
|
Sebuah ilustrasi sederhana berkaitan dengan keluarga, sebuah keluarga Katholik terdiri dari ayah, ibu dengan dua anak yang sehat dan cerdas hidup secara bahagia dipandang dari sudut normatif. Kehidupan keluarga ini dipenuhi dengan semangat kasih sayang dan kehidupan secara materi dengan tercukupi-singkat kata hidup dalam penuh kebahagian baik secara materi dan penuh kasih dalam keluarga. Sang Ayah dan ibu disegani di lingkungan karena menjadi anggota dewan paroki, dan aktif dalam berbagai kegiatan pendalaman iman, pelayanan pastoral dan lingkungan dimana mereka hidup penuh dengan pelayanan sosial. Kedua anaknya pribadi periang, ceria dan cerdas, merasa bahagia karena ayahnya mencintai dan bertanggungjawab serta tidak neko-neko dalam hidupnya. Mereka juga bersekolah dengan kondisi lingkungan Katholik yang baik dan kecukupan materi dari orang tuanya berupa fasilitas yang cukup untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Sang Ayah bekerja di sebuah perusahaan tambang emas multinasional dengan reputasi internasional, dengan kedudukan yang menentukan sebagai Manager pengembangan dan produksi. Posisinya sebagai manager merupakan pengambil kebijakan dalam hal mendapatkan lahan untuk dilakukan eksplorasi dan eksploitasi lahan untuk pertambangan, di sisi lain bertanggungjawab terhadap strategi mengatasi konflik dengan warga dan pertentangan sosial lainnya terkait dengan hambatan perusahaan untuk berinvestasi.
|
|
Program Pendidikan Politik OMK Manado |
|
|
|
|
Written by Zehnita Fransiska
|
|
PROGRAM PERENCANAAN TINDAK LANJUT PENDIDIKAN POLITIK DI KEUSKUPAN MANADO TAHUN 2009 Judul Program: Pendidikan Politik bagi Orang Muda Katolik (OMK) Tujuan: - Untuk memberikan pengetahuan politik kepada OMK - Untuk menyadarkan OMK akan pentingnya politik sehingga mereka bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2009 |
|
PROGRAM KERJA RELAWAN POLITIK KEUSKUPAN SINTANG |
|
|
|
|
Written by agustinus bahang
|
PROGRAM KERJA RELAWAN POLITIK KEUSKUPAN SINTANG
1. Judul Program - Pendidikan Politik Tingkat Paroki 2. Tujuan - Membentuk jejaring relawan pendidikan politik tingkat basis - Menumbuhkembangkan pemahaman dan minat OMK terhadap politik
3. Kriteria Sasaran - OMK paroki - Para pemilih pemula
4. Indikator Keberhasilan - Terjaringnya utusan dari 36 paroki sekeuskupan sintang
5. Bentuk Kegiatan - Seminar, diskusi kelompok, game. |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 8 of 13 |