Home Artikel Info Kegiatan Catatan Pertemuan Politisi Katolik
Catatan Pertemuan Politisi Katolik PDF Print E-mail
Written by Thedens   


PERTEMUAN POLITISI KATOLIK

Kerjasama Antarbidang ORMAS-ORPOL, HAK dan Kepemudaan

Keuskupan Tanjung Karang

Wisma Albertus Bandar Lampung, 2 – 4 Oktober 2009

---------



Sebuah Catatan

Bagaimana Gereja berperan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang bermoral & adil dalam dinamika sosial politik pasca pemilu 2009 ?

1. Agar dapat berperan secara optimal dalam masyarakat, politisi awam Katolik  sebagai komponen Gereja harus tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular.  Selain itu, mereka juga perlu memiliki pemahaman yang memadai tentang  kegerejaan (al. ASG, Visi Dasar Keuskupan Tanjungkarang).

2. Politisi awam Katolik dan hirarki (klerus) perlu menjalin komunikasi yang positif,  efektif dan berkelanjutan.

3. Hirarki (klerus) adalah teman berjalan seiring bagi politisi awam Katolik dalam  peziarahan dan perjuangannya mewujudkan demokrasi, kesejahteraan umum dan  keadilan (termasuk membela yang lemah).


4. Tantangan-tantangan di bidang sosial politik yang dihadapi oleh politisi awam Katolik:

● kurangnya partisipasi masyarakat dalam Pemilu (termasuk carut-marut DPT)

● personalisasi partai politik

● kecenderungan publik mengidentifikasi komunitas primer (termasuk isu-isu

primordial)

● dominasi / konflik eksekutif atas legislatif (masalah check-and-balance) di    pusat  dan di daerah.

● kurangnya kontribusi anggota untuk pengambilan keputuan di parlemen

● kurangnya kontribusi anggota dalam pengambilan keputusan di partai-partai

● kurangnya partisipasi masyarakat dalam proses politik pasca pemilu

● permasalahan hukum tatanegara / tatadaerah (kecenderungan sentralisasi)

● ancaman disintegrasi teritorial (NKRI).

● permasalahan kebebasan beribadat & beragama

● ...


5. Kaderisasi

* Kaderisasi dibutuhkan oleh kaum muda Katolik di lingkungan Keuskupan

Tanjungkarang tetapi bagaimana konkritnya ?

● Kaderisasi adalah upaya membekali kaum muda agar menjadi anggota Gereja yang mampu melakukan peziarahan bersama (‘menggarami’ masyarakat) hingga sampai pada tujuan hidupnya, yaitu Allah Bapa, melalui Yesus Kristus (pewujudan Visi Keuskupan Tanjungkarang, internalisasi & penajaman visi).

* Tahap-tahap kaderisasi kaum muda yang bisa ditempuh adalah penyadaran,

pemupukan (ketrampilan, semangat, moralitas), dan gerakan yang terukur, terarah, dan berbasis visi keuskupan (Octogesima Adveniens 4: See,Judge, Act).

* Ciri-ciri kaum muda terkader (berpotensi sbg materi kaderisasi)

- sadar akan diri dan tanggungjawabnya sebagai (bagian dari) Gereja

- trampil / cakap dan berani

- mampu berbicara, berkomunikasi dan bertindak benar

- tidak fobia terhadap politik

- trampil berorganisasi

- ...

- siap terjun dalam kancah politik praktis

* Kaderisasi kaum muda perlu dilakukan secara konsisten, berkelanjutan,

semakin bermutu (kaum muda membuka diri untuk dikader, termasuk dari  politisi senior).

Berbagai model kaderisasi kaum muda sudah ada dan siap dijajagi dan   untuk  diimplementasikan.

* Para politisi senior siap saling bersinergi, berkoordinasi & berjejaring (termasuk

dengan Tim 12 sebagai koordinator) dalam kaderisasi kaum muda di bidang politik.

Bandar Lampung, 4/1/2009

* F.X. Susilo