| MEMBANGUN DATABASE PENDIDIKAN POLITIK OMK BERBASIS WEBSITE |
|
|
|
| Written by Administrator |
|
Apa yang Dimaksud dengan Database? Basis data (database) adalah kumpulan informasi/data yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat dikelola, diperiksa, dan dimanfaatkan dengan menggunakan suatu program komputer. Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Namun sebenarnya kumpulan informasi/data mirip basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kwitansi, dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis. (Bdk. Wikipedia Indonesia, 2008). Mengapa Database Penting? Seiring perkembangan penalaran dan ilmu pengetahuan, manusia menyadari perkembangan dan kemajuan dunia dipicu oleh pemanfaatan informasi. Segala hal yang dipikirkan, dirancang, dibangun, dan dihasilkan manusia berawal dari ide dan informasi. Oleh karena itulah, sering kita mendengar ungkapan, bahwa sejarah manusia digerakkan oleh ide-ide. Sementara ide-ide manusia semakin berkembang atas dasar informasi/data yang terus-menerus dimanfaatkannya. Dari situlah database atau kumpulan informasi/data yang sistematis menjadi sangat penting. Peran database menjadi semakin penting terutama setelah masyarakat menyadari terdapat begitu banyak, beragam, dan acaknya informasi/data yang tersebar di berbagai tempat dan bisa dimanfaatkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Tanpa adanya sistem pengolahan yang baik, pengolahan dan pemanfaatan beragam informasi/data tidaklah maksimal. Oleh karena itulah database sangat dibutuhkan. Perkembangan teknologi komputer (dan nantinya internet) semakin memudahkan dan mempercepat pengolahan database tersebut. Pada saat itulah informasi/data yang tak terkira banyaknya semakin mampu dikelola manusia, akibatnya muncul kebutuhan-kebutuhan baru untuk mengolah dan memanfaatkan informasi/data tersebut, misalnya dalam soal penyimpanan dan penyadangan (backup) informasi/data itu sendiri. Jika pada masa sebelum komputer ditemukan dan dimanfaatkan, segala database tersimpan secara tertulis (sebagai arsip). Masalahnya, arsip fisik rentan terhadap suhu, reaksi kimia, dan serangan binatang (mis. rayap). Maka, semenjak komputer mampu mengubah fisik arsip menjadi deretan data-data digital, database pun disimpan dan dicadangkan secara digital untuk mengatasi kerentanan fisiknya. Bahkan setelah internet ditemukan, penyimpanan, pengolahan, dan pemanfaatan database tak lagi tergantung batasan ruang, karena database bisa disimpan di ruang maya dan bisa diakses dari segala penjuru dunia. Mengapa Pendidikan Politik Perlu Database? Dewasa ini, kemajuan komunikasi dan teknologi informasi membuat tak satu pun aspek hidup manusia bisa lolos dari pentingnya informasi. Media tak hanya membubarkan dimensi ruang dan mengabaikan batasan waktu, melainkan juga menguak segala sesuatu dan menampilkannya menjadi informasi. Jika kita amati pada beragam media massa (cetak, radio, televisi, internet), beragam informasi yang disajikan di sana menjangkau segala aspek hidup manusia. Segala sisi hidup dan kebutuhan-kebutuhan manusia disajikan, dari perkara janin dalam kandungan hingga masalah yang dihadapi generasi lanjut usia, dari hobby mengoleksi pernak-pernik barang hingga khasanah kepustakaan berbagai disiplin ilmu, dari seni budaya, ekonomi, hingga politik. Beragam informasi itu tersedia dan siap dimanfaatkan, namun hanya jika kita mengelolanya secara sistematik dalam suatu database. Dalam konteks Pendidikan Politik, OMK bersama para pendampingnya membutuhkan segala informasi terkait situasi kehidupan sosial politik dengan segala persoalannya, analisis dan cara memahami segenap persoalan itu, berbagai alternatif bentuk partisipasi politik OMK, dan segala ragam informasi/data yang mendukung proses pendidikan politik itu sendiri. Maka, jelaslah bahwa pengelolaan proses pendidikan politik membutuhkan sistem pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan informasi/data sosial politik. Pendek kata, pendidikan politik OMK membutuhkan database. Database pendidikan politik bisa dikelola dengan beragam cara, persis seperti perkembangan database itu sendiri. Di banyak perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi dan lembaga studi, serta kantor-kantor berita dan media massa, tersedia beragam informasi/data sosial politik berbentuk arsip, naskah kuno, buku-buku, jurnal ilmiah, dan kliping-kliping berita. Dari sana kita bisa mendapatkan informasi/data sosial politik dengan mudah karena telah dikelola secara sistematis. Namun, seperti dijelaskan pada bagian awal, database sosial politik pun sudah tersedia secara digital dan bisa diakses secara online di perpustakaan-perpustakaan maya pada lembaga-lembaga yang sama. Yang masih menjadi masalah kecil adalah bahwa data-data itu telah terorganisir menurut kepentingan lembaga penyedianya, dan belum tentu sesuai dengan kebutuhan kita yang spesifik: untuk mendukung proses pendidikan politik OMK. Maka, demi mendukung kebutuhan yang spesifik itulah perlu dibangun database pendidikan politik OMK, terlebih secara online dengan memanfaatkan teknologi internet berbasis website. Apa yang Dimaksud dengan Internet dan Website? Secara harfiah, internet (interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Sedangkan Internet (huruf “I” besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global, dan merupakan rangkaian internet (huruf “i” kecil) yang terbesar di dunia. (Bdk. Wikipedia Indonesia, 2008). Pada awalnya Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), untuk tujuan militer. Proyek tersebut membuat sistem jaringan komunikasi antar komputer yang tersebar di daerah-daerah vital untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Apalagi saat itu dunia dalam ancaman serangan nuklir antara negara-negara blok Barat (Amerika Serikat dan sekutunya) dan blok Timur (Uni Sovyet dan sekutunya). (Bdk. Wikipedia Indonesia, 2008). Pada perkembangannya kemudian, pemanfaatan teknologi internet tidak terbatas hanya untuk kepentingan militer, melainkan juga untuk berbagai kepentingan non-militer pula, hingga sekarang. Dalam perkembangan Internet dewasa inilah kita mengenal adanya website. Website adalah sebutan bagi sekelompok halaman web (web page), yang umumnya merupakan bagian dari suatu nama domain (domain name) atau subdomain di World Wide Web (WWW) di Internet. WWW terdiri dari seluruh situs web yang tersedia kepada publik. (Bdk. Wikipedia Indonesia, 2008). Sekadar ilustrasi, jika kita atau OMK sering menggunakan fasilitas internet dan mengunjungi Yahoo, Google, Friendster, atau Facebook, maka nama-nama itu menunjukkan suatu domain di WWW/Internet (www.yahoo.com; www.google.com; www.friendster.com; www.facebook.com). Sedangkan website adalah halaman-halaman yang ditampilkan pada domain-domain tersebut. Mengapa Membangun Database Berbasis Website? Dari penjelasan di atas, kiranya menjadi lebih mudah dipahami bahwa membangun database berbasis website berarti mengumpulkan, mengolah, dan memanfaatkan database di dalam/melalui website. Karena di dalam/melalui website, maka pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan database bisa dilakukan di belahan dunia mana pun di dunia ini, sejauh memiliki akses/jalan/saluran yang terhubung dengan cukup lancar ke website di mana database tersebut disediakan. Sekadar ilustrasi, jika Komkep KWI mengumpulkan dan mengolah database pendidikan politik pada sebuah perpustakaan atau kantor di Jakarta saja, maka OMK atau pendamping OMK dari berbagai tempat dari Sabang sampai Merauke yang membutuhkan database itu harus datang ke perpustakaan/kantor tersebut di Jakarta, atau sekurang-kurangnya meminta bantuan Komkep KWI untuk mengirimkannya ke tempat asal pengguna melalui jasa pos atau pengiriman barang yang pasti membutuhkan biaya dan waktu tertentu. Itupun masih menghadapi kemungkinan apa yang sesungguhnya dibutuhkan pengguna tidak sesuai dengan yang dipersepsikan, disediakan, dan dikirimkan oleh Komkep KWI kepadanya. Tapi, jika Komkep KWI mengumpulkan dan mengolah database pendidikan politik pada sebuah website, maka OMK atau pendamping OMK dari berbagai tempat yang membutuhkan database itu tidak perlu datang ke Jakarta atau minta bantuan pengiriman, melainkan cukup mencari akses internet terdekat (melalui sambungan telepon rumah dengan layanan Telkomnet Instan atau warung internet/warnet), membuka website database tersebut, memilih dan menyimpan data yang dibutuhkan, lalu segera memanfaatkannya dengan biaya yang jauh lebih murah, waktu yang jauh lebih cepat, dan informasi yang dibutuhkan jauh lebih tepat. Lebih dari itu, database berbasis website bisa menjadi arena pertukaran dan berbagi informasi/data tentang pendidikan politik antar Komkep Keuskupan-Keuskupan di mana para pendamping bersama OMK berproses pada tempat, waktu, dan konteks masing-masing. Dengan demikian, membangun database berbasis website berpotensi membangun keberdayaan dan mengurangi ketergantungan Komkep Keuskupan-Keuskupan pada Komkep KWI dalam hal penyediaan materi/bahan pendidikan politik maupun dalam bidang pendampingan lainnya. Bagaimana Membangun Database Pendidikan Politik OMK Berbasis Website? Berikut sejumlah langkah atau tahap yang bisa ditempuh Komkep Keuskupan-Keuskupan bekerja sama dengan Komkep KWI dalam membangun database pendidikan politik berbasis website. Pertama, Komkep Keuskupan-Keuskupan yang tentunya telah memiliki beragam kekayaan pengalaman, informasi/data, dan refleksi perlu mengumpulkannya secara sistematis dan terus-menerus membaruinya (melakukan updating) sebagai kesatuan database, baik dalam konteks program pendidikan politik secara khusus maupun program pendampingan OMK lain. Komkep Keuskupan-Keuskupan yang sudah mengumpulkan, mengolah, dan memanfaatkan database tersebut dalam website, sebaiknya selalu melakukan pemeliharaan (maintenance) secara berkala (mengingat pemeliharan menjadi titik lemah banyak pemilik/pengelola website). Komkep Keuskupan-Keuskupan yang belum membangun website-nya sendiri perlu menjajaki kemungkinan untuk mengumpulkan, mengolah, dan memanfaatkan database tersebut dalam website (mengingat upaya itu semakin dipermudah oleh beragam fasilitas akhir-akhir ini). Kedua, Komkep KWI akan berinisiatif membangun sebuah website untuk merintis “online database” dengan nama dan lokasi/alamat sbb. JEJARING MUDA KATOLIK Komkep KWI http://www.jejaringmudakatolik.web.id. Informasi/data yang dikumpulkan dan dikelola oleh Komkep KWI maupun Komkep Keuskupan dalam konteks program pendidikan politik maupun program lain bisa dimasukkan ke dalam website tersebut, berkoordinasi dengan administratornya. Selanjutnya, seluruh bahan dalam database di website tersebut bisa dimanfaatkan secara online bersama-sama. Ketiga, Komkep Keuskupan-Keuskupan yang sudah membangun database berbasis website-nya masing-masing bekerja sama dengan Komkep KWI mengembangkan sistem jaringan antar website secara nasional, dengan cara membuat kaitan-kaitan (links) satu sama lain. Bahkan jaringan antar website ini bisa dikembangkan secara internasional, bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendampingan OMK di lingkup internasional pula. Bagaimana Menjaga Kelangsungan Database Pendidikan Politik OMK Berbasis Website? Membuat database dan situs lebih mudah daripada menjaga kelangsungan dan merawatnya. Suatu situs perlu dimutakhirkan agar isinya semakin dekat dengan situasi dan kondisi yang ada. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, bentuk tim. Sangat sulit suatu situs hanya dikelola oleh satu orang. Idealnya ada bagian yang bertanggungjawab secara teknis dan pemrograman, yang akan melakukan perancangan tataletak dan grafis, dan tim redaksi yang mengumpulkan dan memunggah materi situs dan database. Kedua, tentukan secara bersama fitur dan isi situs bersama tim. Mulai dari yang sederhana yang bisa dikerjakan bersama, kemudian berbagi tugas untuk mengerjakannya. Ketiga, mutakhirkan secara rutin. Jika ingin situs dan database anda benar-benar menjadi sarana informasi dan komunikasi yang berguna, akan sangat baik jika situs tersebut dimutakhirkan secara rutin sehingga pengunjung akan terdorong melihat secara rutin pula. Keempat, kembangkan agar situs anda interaktif dan memampukan partisipasi anggota. Situs komunitas yang ideal adalah memudahkan anggotanya untuk berbagi informasi. Fitur ini juga akan menjadikan pembelajaran nilai komunitas untuk mau berbagi. Semakin banyak anggota komunitas yang aktif mengirimkan informasi maka akan semakin hidup komunitas tersebut dan tugas sebagai pengelola situs bertambah ringan. Interaksi dari anggota berarti juga membuka adanya umpanbalik untuk perbaikan situs, ini yang membuat situs bisa berkembang semakin baik. Bagaimana langkah-langkah membuat Website? Kami akan menjabarkan di sini langkah-langkah pokok dan sederhana untuk membuat suatu situs yang paling mudah dan berbiaya minimum. Sebelumnya ada dua pilihan alternatif untuk membuat situs bergantung dari tujuannya. 1. Situs yang digunakan untuk menayangkan informasi dengan melibatkan satu hingga beberapa orang dan berbiaya paling murah. Dengan pilihan ini bisa menggunakan situs blog semacam: www.wordpress.com www.blogger.com www.dagdigdug.com Dengan membuat situs ini, anda tidak memerlukan biaya alias gratis. Cukup membuka situs tersebut dan ikuti prosedur selanjutnya seperti tertera di masing-masing situs. Dengan membuat situs blog, anda bisa: · Memuat informasi sesering anda mau, lebih baik rutin daripada banyak informasi yang ditayangkan dalam sehari tapi hanya sekali sebulan. · Mengundang beberapa penulis untuk ikut mengisi informasi. · Memperbolehkan pengunjung memberikan komentar dan umpanbalik untuk anda maupun setiap informasi yang ditayangkan. 2. Situs yang digunakan untuk menayangkan informasi lengkap dengan lebih banyak fitur, mempunyai nama domain sendiri (misal: jejaringmudakatolik.web.id), mempunyai aplikasi database untuk berbagai fitur tambahan, namun memerlukan tambahan biaya untuk pembuatannya dan kemampuan mengerti sedikit pemrograman berbasis web. Pilihan beberapa program content management system yang bisa digunakan untuk membantu membuat situs lebih mudah dengan kemampuan fitur yang cukup lengkap adalah: www.joomla.org www.wordpress.org www.drupal.org Sebelumnya anda perlu menentukan nama domain, biayanya sekitar Rp. 80.000 – Rp 100.000 untuk setahun. Setelah itu menentukan tempat hosting, yaitu perusahaan yang akan menayangkan situs dengan nama domain yang telah anda pilih. Biayanya tergantung dengan pilihan besar kapasitas penyimpanan, mulai dari Rp. 20.000/bulan. Untuk panduan lebih lengkap silakan kunjungi situs di atas. Untuk konsultasi, silakan hubungi This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it Tentang Website Jejaring Muda Katolik Komkep KWI Seperti yang bisa dilihat setelah mengunjunginya, website Jejaring Muda Katolik Komkep KWI masih sangat sederhana. Namun secara bertahap website tersebut pasti akan dikembangkan oleh Komkep KWI dengan dukungan Komkep Keuskupan-Keuskupan. Menurut rencana, website tersebut akan dikembangkan sehingga memiliki struktur sbb. Menu Utama Homepage § Kalimat pembuka dan penjelasan awal Tentang Komkep KWI § Profil Komkep KWI Program Komkep KWI § Program-program yang pernah diselenggarakan § Program-program aktual (sesuai tahun berjalan) Blog § Berisi agenda, informasi, dan liputan kegiatan yang diselenggarakan oleh Komkep KWI Kumpulan Materi § Tampilan berbagai materi, artikel, dan berbagai alat bantu yang bisa diunduh (di-download). Jejaring § Kumpulan kaitan website tentang OMK dan Gereja Katolik Kontak kami § Cara menghubungi Komkep KWI (alamat lokasi/surat, alamat e-mail, nomor telp./fax., peta menuju lokasi, contact person, dsb.) Database Pengguna § Username, digunakan untuk masuk (login) ke dalam website sekaligus memanfaatkan fasilitas dan isinya secara maksimal sebagai anggota § Data kontak Komkep Keuskupan-Keuskupan (alamat lokasi/surat, alamat e-mail, nomor telp./fax., contact person, dsb.) Demikianlah, membangun database pendidikan politik OMK berbasis website perlu segera kita rintis bersama demi mendukung proses pendidikan politik OMK di Indonesia. Sumber Acuan “Basis Data”. Wikipedia Indonesia, 02:39, 29 Mei 2008. Lokasi dokumen: http://id.wikipedia.org/wiki/Database. “Internet”. Wikipedia Indonesia - 14:49, 27 Agustus 2008. Lokasi dokumen: http://id.wikipedia.org/wiki/Internet. “Sejarah Internet”. Wikipedia Indonesia - 05:36, 24 Agustus 2008. Lokasi dokumen: http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet. “Website”. Wikipedia Indonesia - 00:33, 25 April 2008. Lokasi dokumen: http://id.wikipedia.org/wiki/Website. |






